PRINGSEWU (ISN) – Keluhan soal mahalnya biaya pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Pringsewu. Kali ini datang dari salah satu wali murid di SMK YPT KH Ghozib Kabupaten Pringsewu.
( 1 .10.2026 )
Wali murid tersebut mengeluhkan tingginya pembayaran sekolah yang harus ditanggung, di tengah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung.
“Dan juga dikarenakan kondisi ekonomi wali murid kurang mendukung, makanya pembayaran tersebut bagi saya sangat tinggi,” keluh wali murid tersebut kepada media ini, Selasa (30/9).
Menurutnya, di tengah sulitnya perekonomian saat ini, biaya sekolah yang tinggi sangat memberatkan. Ia khawatir anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya.
“Sangat disayangkan, seharusnya anak-anak bisa sekolah dan bisa belajar. Pendidikan wajib 12 tahun jangan sampai tumbang dikarenakan pembayaran tersebut. Kasihan anak-anak yang masih semangat sekolah,” ujarnya dengan nada sedih.
Wali murid yang enggan disebutkan namanya demi menjaga perasaan sang anak tersebut berharap, pihak sekolah dan yayasan bisa lebih bijak dan memberikan solusi.
“Kami bukan tidak mau bayar, tapi mohon ada keringanan, bisa dicicil atau diberi kebijakan. Jangan sampai anak saya dan anak-anak lain putus sekolah hanya karena orang tuanya sedang susah ekonomi,” harapnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang membawahi SMK, untuk turun tangan melakukan pengawasan terhadap pembiayaan di sekolah swasta agar tidak memberatkan wali murid kurang mampu.
“Kami orang kecil pak, ingin anak sekolah biar masa depannya lebih baik dari orang tuanya. Tapi kalau biayanya setinggi ini, kami bingung harus cari kemana,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMK YPT KH Ghozib Pringsewu belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah untuk mendapatkan hak jawab terkait keluhan wali murid tersebut.
Kabiro intisarinews.id membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak SMK YPT KH Ghozib.
( neki )
![]()
